Minggu, 15 Desember 2019

Penmas Bagian Dari Gerakan Sosial

Beberapa bulan kebelakang kita khusunya sebagai mahasiswa dan sebagai masyarakat umumnya selalu berkutat di ruang-ruang politik yang tiada ujungnya, dan parahnya kita tidak tahu jelas apa duduk perkaranya. Yang paling sering muncul adalah pertikaian elit-elit politik yang tiada habisnya. Hal ini didukung dengan media yang lagi-lagi selalu mempertontonkan keberpihakan pada salah satu elit politik yang bertikai, dan sayangnya kita ikut hanyut dalam suasana ini. Kita tidak sadar bahwa ada permasalah yang lebih besar daripada pertikaian elit-elit politik, yakni Sumberdaya Manusia. Suatu negara bisa di sebut maju ketika SDMnya baik/bagus/kompeten, apakah hal ini terfikirkan oleh elit-elit politik? Saya tidak menjamin hal ini. Kalau mereka tidak memikirkan hal ini, mari kita saja yang memikirkannya. Setelah saya berproses di jurusan Penmas, saya baru menyadari bahawa Penmas adalah salah satu jawaban untuk menciptakan SDM yang baik/bagus/kompeten. Hal ini dibuktikan dengan berbagai macam edukasi berbentuk informal yang sering dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa atau pelajar seperti kelompok literasi serta berkumpul (berserikat) dan banyak hal lagi, disadari atau tidak itu adalah bagian dari Pendidikan Masyarakat. Dalam kelompok literasi misalnya, disana kita bisa memberikan ilmu pada kawan-kawan kita yang tidak memiliki kesempatan mengeyam pendidikan tinggi/sekolah. Diharapkan setelah banyak membaca dan berdiskusi, mereka memiliki wawasan yang luas serta bisa berinovasi untuk membantu dirinya sendiri keluar dari permasalahan serta diharapkan bisa membantu sesamanya dengan bermodalkan ilmu yang didapat dari buku yang dibacanya. Gerakan sosial semacam ini yang harus di munculkan diberbagai daerah untuk membentuk SDM yang baik/bagus/kompeten, maka dari itu kita sebagai mahasiswa Pendidikan Masyarakat harus bisa membaca keadaan sosial serta berfikir untuk menciptakan keadaan yang lebih baik.